Kegiatan Penyuluhan Pertanian tentang Pestisida Nabati dan Pembuatan Kompos

Desa Tanjungwangi yang berlokasi di daerah pegunungan memiliki potensi yang besar pada bidang pertanian. Hal ini dibuktikan dari hasil pantauan langsung mengenai kondisi lahan yang sumber dan ketersediaan air yang bagus, serta wawancara mengenai orientasi ekonomi warga desa Tanjungwangi yang menunjukkan mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani padi dan jagung.

Dari hasil pengamatan melalui orientasi ini maka didapatkan sebuah gagasan untuk mengadakan penyuluhan pertanian mengenai pestisida nabati dan pembuatan kompos. Rencana ini disusun karena dari pengamatan yang dilakukan, kebanyakan petani memupuk tanamannya menggunakan pupuk kimia dan bahan-bahan kimia lainnya yang sebenarnya dapat merusak unsur hara tanah dan juga akan semakin mengurangi tingkat produksi tanaman yang ditanam akibat penggunaan bahan kimia secara terus-menerus. Setelah menganalisis permasalahan yang ada, maka tercetuslah program yang akan dilaksanakan, diikuti dengan koordinasi dengan pihak Kecamatan Tanjung Medar untuk memberikan masukan mengenai program kami. Setelah bertemu dengan pihak kecamatan untuk membicarakan program penyuluhan pertanian yang akan kami laksanakan, akhirnya pihak Kecamatan merekomendasikan UPTD dan Koordinator Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanjung Medar yang bertugas untuk menangani wilayah kecamatan Tanjung Medar khususnya desa Tanjungwangi yaitu Bapak Sujana.

Setelah perjanjian untuk mengadakan Program Penyuluhan Pertanian antara pihak penyuluh pertanian dan kami disepakati, kami segera menghubungi ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) tiap RW untuk menyampaikan informasi seputar program penyuluhan pertanian pada anggotanya. Pada hari yang telah ditentukan yaitu hari Jumat tanggal 4 Februari kami berkumpul di “saung meeting” yang berada di tengah ladang milik salah seorang warga desa. Tempat ini dipilih agar dapat melakukan praktek langsung pembuatan pupuk kompos dan pestisida alami. Adapun pemateri pembuatan pupuk kompos yaitu Bapak Karnata dan pembuatan pestisida nabati yaitu Ibu Yeyet. Acara dimulai dari pemberian sambutan oleh Dedy Napitupulu selaku Kordes dan Penanggungjawab program penyuluhan pertanian ini, yang dilanjutkan dengan Bapak Sujana selaku ketua UPTD (Unit Pelaksana Teknis Badan) Kecamatan Tanjung Medar, dimana dia mengutarakan bahwa pembangunan pertanian ditujukan untuk melestarikan alam dan terciptanya lumbung pangan serta menjelaskan kelembagaan di kecamatan yaitu UPTD merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura yang mana sasarannya mengacu kepada kunjungan atau penyuluhan kepada petani yang dilakukan dua kali seminggu.

Setelah sambutan selesai dari Pak Sujana dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Pak Karnata. Materi pertama yang disampaikan oleh Pak Karnata adalah mengenai pembuatan pupuk kompos dari limbah jagung. Disini diperkenalkan sebuah produk bernama Vitadigra yang berguna untuk mempercepat pembusukan limbah jagung sehingga dapat langsung digunakan sebagai pupuk kompos. Adapun pembuatan pupuk kompos ini adalah dengan cara menumpuk jerami (limbah jagung) setebal 15-20 cm hingga ketinggian mencapai 2 meter dimana setiap tumpukan ditambahkan larutan Vitadigra terlebih dahulu. Pemberian materi ini dilakukan karena keadaan tanah desa Tanjungwangi yang dirasa sudah berkurang unsur haranya. Hal ini dilihat dari tingkat produksi dan kualitas tanaman di desa ini mulai menurun.

Materi kedua mengenai penggunaan pestisida hayati oleh Bu Yeyet. Pada materi ini, Bu Yeyet menjelaskan bahwa pestisida merupakan bahan kimia yang kerap digunakan oleh petani sebagai racun pembunuh hama. Namun penggunaan pestisida ini selain merusak lingkungan juga dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan terhadap hama. Selain itu, penggunaan pestisida juga dapat membunuh musuh alami hama. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menggunakan pestisida hayati agar keseimbangan lingkungan terjaga serta kesehatan kita sebagai konsumen juga terpelihara.

Pada akhir penyuluhan direncanakan untuk mengadakan praktek langsung dalam pembuatan pupuk kompos. Namun dikarenakan waktu untuk solat Jumat semakin dekat maka pemateri pun segera meninggalkan lokasi “saung meeting” dan kemudian diikuti oleh para warga maka praktek pembuatan pupuk kompos terpaksa dibatalkan. Selain karena hal hambatan tersebut, para petani juga mengaku sudah  mengerti proses pembuatan pestisida alami dan kompos dari materi yang disampaikan sebelumnya oleh para pemateri dari Penyuluh Pertanian dan hal tersebut akan terus dipraktekkan dalam kegiatan usaha tani mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • KKN Unpad 2012

    Kami selaku peserta KKNM Unpad 2012 di Desa Tanjung Wangi, kecamatan Ranca Kalong kota sumedang mempersembahkan sebuah website berisikan tentang catatan agenda kegiatan KKN beserta profil desa dan juga data. Hal ini kami lakukan untuk memenuhi tugas akhir KKN yang diberikan kepada kami.

%d bloggers like this: